Rabu, 08 Oktober 2008

Untung Gedhe Koleksi UangKuno


Koleksi uang kuno mendatangkan keuntungan


DUNIA numismatika tidak hanya memberikan keasyikan tersendiri bagi kolektornya, tapi juga menjanjikan keuntungan materiil yang menggiurkan. Di balik kekunoan uang-uang tersebut, menyimpan sumber penghasilan yang sangat luar biasa.

Coba cermati, meski nilai nominal pada uang kuno itu ’tak seberapa’, di kalangan penggila numismatika bisa terjual dengan harga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Soal numismatik menjadi sumber keuntungan selain untuk memenuhi gelegak hobi, dituturkan FX Andriyanto, numismator asal Kota Semarang ini. Dia mengungkapkan, dirinya pernah menjual selembar uang kuno kertas dengan harga sekitar Rp 10 juta. Itu baru satu kali transaksi, padahal Andriyanto sendiri sudah menggeluti bisnis jual beli uang kuno tersebut selama puluhan tahun.

’’Dari uang-uang kuno itu, saya bisa menyekolahkan anak-anak, memiliki rumah, dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Selain memenuhi keasyikan hobi, uang kuno ini benar-benar mendatangkan keuntungan materiil yang lumayan. Kuncinya, tekun, teliti, dan sabar untuk terus belajar anatomi uang kuno,” saran pemilik warung bakso di Jalan Rejosari VII ini.

Potensial
Menurut Andriyanto, menilik sejarah bangsa ini, yakni menjadi jajahan negara asing dan beberapa kali mengalami pergantian pemerintahan, membuat Indonesia menjadi tempat potensial untuk perkembangan dunia numismatika.

’’Tinggi-rendahnya nilai uang kuno dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, tingkat kelangkaan barang, kondisi fisik dan munculnya kolektor baru yang memburu seri mata uang tertentu,” jelas Andriyanto, yang memiliki koleksi uang kuno kertas ratusan ribu lembar dan puluhan ribu keping jenis koin ini.

Jadi, belum tentu uang kuno yang umurnya lebih tua pasti laku lebih mahal. Kondisi fisik yang rusak, lusuh atau cacat akan mengurangi nilainya. Itulah sebabnya, banyak orang yang terpincut memburu uang kuno jenis UNC (uncirculation) yang peredarannya bersifat bank to bank. Karena tidak beredar di masyarakat, kondisi uang kuno UNC lebih bagus. ’’Kalau kondisi fisiknya jelek, harga uang kuno tinggal seperlimanya dari harga di pasaran,” imbuh Andriyanto.

Sementara itu, Agustinus, kolektor uang kuno juga dari Kota Semarang berbagi pengalaman. Menurut dia, karakter investasi uang kuno mirip perpaduan main saham dan properti. Untuk itu, bermain uang kuno pun perlu trik tertentu.

’’Perhatikan bagaimana tingkat ketertarikan masyarakat terhadap mata uang itu. Jika banyak peminatnya, berarti potensi harganya bagus. Lalu bagaimana motif gambarnya, apakah punya nilai sejarah yang tinggi dan langka. Jangan lupa, cermati siapa penerbit uang kuno itu,’’ pesannya.

Diungkapkannya, beberapa percetakan luar negeri sempat mencetak mata uang RI sehingga kualitasnya internasional dan harganya tinggi, misalnya Thomas Bellaru dari Inggris mencetak uang Republik tahun 1951, American Bank Note tahun 1943 dan percetakan dari Belanda. Ully Manik-Yn

Tidak ada komentar: